Setiap manusia
pasti pernah melakukan kesalahan. Bohong aja kalo ada yang bilang “Selama
hidupku, aku tak pernah punya kesalahan, aku tak pernah salah”. Kesalahan,
sekecil apapun itu, setitik sekalipun tetap namanya kesalahan. Dari kita kecil
hingga dewasa, pasti ada yang berbuat salah. Coba dingat-ingat kalo waktu kecil
ketika kita salah, malah kadang kita sering melemparkan kesalahan kepada benda,
makhluk atau obyek lain. Intinya sih biar kita tidak bersalah. Contoh kecilnya
ketika memakan sepotong kue tart coklat yang kita ambil di lemari tanpa
sepengetahuan mama. Ketika mama bertanya, dengan tanpa perasaan bersalah kita
mengatakan kalau kue itu dimakan kucing atau adik kecil kita, padahal
jelas-jelas mama lihat muka kita yang belepotan coklat.
Sebenarnya
seberapa sering sih kita melakukan hal yang salah? Pernah terpikir ga sih
menghitung salah kita dalam sehari, mulai dari bangun pagi sampai saatnya tidur
di malam hari. Pasti ada kan kesalahan yang kita lakukan. Bisa kesalahan untuk
diri sendiri maupun kesalahan yang kita lakukan dan merugikan orang lain.
Kadang ketika
pernah melakukan salah, selamanya akan dianggap salah. Orang-orang akan menilai
kita sebagai pribadi yang tidak baik. Benarlah ada yang mengatakan kalo
kebaikan orang suka lama keliatan, tapi coba kesalahan keburukan dan kejelekan
seseorang, pasti cepat banget terlihat. Apalagi sampai ada yang mengatakan
berulang-ulang hingga menjadi gossip orang. Padahal belum tentu juga yang
melakukan kesalahan, benar-benar bersalah 100 %. Pasti ada alasan di balik
semua hal negatif itu. Sama juga ketika orang mencuri, mungkin saja dia
melakukan hal buruk itu karena untuk memenuhi kebutuhan perut alias untuk
makan. Tapi bukan berarti kita menghalalkan semua bentuk pencurian, Cuma yah
harus diselidiki dulu donk.
Jadi ingat ya
ama kisah yang terjadi di negeri ini, pencurian sandal, pisang bahkan segenggam kelapa sawit
harus mendekam di balik jeruji besi selama setahun bahkan lebih. Sementara para
koruptor, ada yang bisa melenggang dengan santai menikmati hasil korupsinya dan
bisa jalan-jalan ke luar negeri. Dan kalaupun yang dihukum, yah masuk hotel
prodeo tapi dengan fasilitas hotel bintang 5. Malah ada yang dapat keringanan
hukuman sehingga bisa cepat keluar dari penjara. Aturan kan uang hasil korupsi
itu di kembalikan ke pemerintah, jadi pemerintah gak seenaknya naikin harga
kebutuhan pokok masyarakat. Lha kok ini jadi melenceng sih ceritanya? He he.(
ni pasti gara-gara BBM, karena waktu nulis ini lagi heboh-hebohnya pemerintah
mau naikin BBM, jadi ikut ketulis deh).
Oke focus lagi donk dengan
bahasan tentang kesalahan. Emang ada yang salah ya dengan salah? Hmm seperti
yang udah di bahas di atas, Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Tapi ga
mungkin juga kan orang tuh selalu mau berbuat salah, kecuali emang ga ada niat
untuk berubah jadi baik, sudah berkarat. kalo istilah kampong saya yaitu bahasa
jamu, itu ala batet bana.. he he. Pasti ada
masanya orang itu menyadari kesalahan. Nah, Ketika ada keinginan
untuk berubah dan melakukan hal yang baik, yah Alhamdulillah. Berarti Allah
sudah mengetuk pintu hatinya. Namun kadang-kadang ni, ada juga yang memandang
sebelah mata. Paling juga sebentar berubah, ntar lagi juga berulah lagi, bikin lagi.
Istilahnya skeptis banget deh. Trus apa selamanya dicap sebagai orang salah? Apa
ga boleh orang kembali menjadi baik? Apa tidak sadari terkadang manusia juga
akan berubah. Ada yang salah ya dengan salah?
Oke balik ke
diri sendiri deh. Coba kalo kita yang mau berubah, trus orang lain malah ga
percaya ama kita. Sedih banget kan? Ato kita bikin salah terus dan cap orang
salah makin nempel ke kita. Oh tidaaakkkk..
Tak ada yang
salah dengan salah. Kita tau ini semua
kesalahan yang kita lakukan dan patut
mendapat hukuman. Seharusnya memang tak
boleh mengeluh dengan segala yang tak membuat bahagia. Kalo emang niat mau
berubah, harus yakin donk. Allah aja masih mau nerima segala kesalahan kita
asal kita selalu mohon ampun dalam doa-doa kita. Bahkan Allah selalu meminta
kepada kita untuk selalu berdoa kepadanya untuk memohon ampun dan sebagainya,
asal jangan berdoa untuk keburukan aja. Jadi yakin aja deh, Allah mau memaafkan
kesalahan yang kita perbuat. Ga usah pusing dengan orang yang tidak mau
menerima perubahan kita, yang penting adalah lakukan hal-hal yang baik dan
tetap berada di jalan yang benar. Berbuat baik tak perlu ijin orang lain kan?. Suatu
hari, pasti perubahan postitif kita akan di lihat orang lain. Insya Allah.

