Pengikut

Kamis, 05 April 2012

EMANG ADA YANG SALAH DENGAN SALAH?


Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Bohong aja kalo ada yang bilang “Selama hidupku, aku tak pernah punya kesalahan, aku tak pernah salah”. Kesalahan, sekecil apapun itu, setitik sekalipun tetap namanya kesalahan. Dari kita kecil hingga dewasa, pasti ada yang berbuat salah. Coba dingat-ingat kalo waktu kecil ketika kita salah, malah kadang kita sering melemparkan kesalahan kepada benda, makhluk atau obyek lain. Intinya sih biar kita tidak bersalah. Contoh kecilnya ketika memakan sepotong kue tart coklat yang kita ambil di lemari tanpa sepengetahuan mama. Ketika mama bertanya, dengan tanpa perasaan bersalah kita mengatakan kalau kue itu dimakan kucing atau adik kecil kita, padahal jelas-jelas mama lihat muka kita yang belepotan coklat.

Sebenarnya seberapa sering sih kita melakukan hal yang salah? Pernah terpikir ga sih menghitung salah kita dalam sehari, mulai dari bangun pagi sampai saatnya tidur di malam hari. Pasti ada kan kesalahan yang kita lakukan. Bisa kesalahan untuk diri sendiri maupun kesalahan yang kita lakukan dan merugikan orang lain.

Kadang ketika pernah melakukan salah, selamanya akan dianggap salah. Orang-orang akan menilai kita sebagai pribadi yang tidak baik. Benarlah ada yang mengatakan kalo kebaikan orang suka lama keliatan, tapi coba kesalahan keburukan dan kejelekan seseorang, pasti cepat banget terlihat. Apalagi sampai ada yang mengatakan berulang-ulang hingga menjadi gossip orang. Padahal belum tentu juga yang melakukan kesalahan, benar-benar bersalah 100 %. Pasti ada alasan di balik semua hal negatif itu. Sama juga ketika orang mencuri, mungkin saja dia melakukan hal buruk itu karena untuk memenuhi kebutuhan perut alias untuk makan. Tapi bukan berarti kita menghalalkan semua bentuk pencurian, Cuma yah harus diselidiki dulu donk.
Jadi ingat ya ama kisah yang terjadi di negeri ini, pencurian sandal, pisang bahkan segenggam kelapa sawit harus mendekam di balik jeruji besi selama setahun bahkan lebih. Sementara para koruptor, ada yang bisa melenggang dengan santai menikmati hasil korupsinya dan bisa jalan-jalan ke luar negeri. Dan kalaupun yang dihukum, yah masuk hotel prodeo tapi dengan fasilitas hotel bintang 5. Malah ada yang dapat keringanan hukuman sehingga bisa cepat keluar dari penjara. Aturan kan uang hasil korupsi itu di kembalikan ke pemerintah, jadi pemerintah gak seenaknya naikin harga kebutuhan pokok masyarakat. Lha kok ini jadi melenceng sih ceritanya? He he.( ni pasti gara-gara BBM, karena waktu nulis ini lagi heboh-hebohnya pemerintah mau naikin BBM, jadi ikut ketulis deh).

Oke focus lagi donk dengan bahasan tentang kesalahan. Emang ada yang salah ya dengan salah? Hmm seperti yang udah di bahas di atas, Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Tapi ga mungkin juga kan orang tuh selalu mau berbuat salah, kecuali emang ga ada niat untuk berubah jadi baik, sudah berkarat. kalo istilah kampong saya yaitu bahasa jamu, itu ala batet bana.. he he. Pasti ada masanya orang itu menyadari kesalahan. Nah, Ketika ada keinginan untuk berubah dan melakukan hal yang baik, yah Alhamdulillah. Berarti Allah sudah mengetuk pintu hatinya. Namun kadang-kadang ni, ada juga yang memandang sebelah mata. Paling juga sebentar berubah, ntar lagi juga berulah lagi, bikin lagi. Istilahnya skeptis banget deh. Trus apa selamanya dicap sebagai orang salah? Apa ga boleh orang kembali menjadi baik? Apa tidak sadari terkadang manusia juga akan berubah. Ada yang salah ya dengan salah?
Oke balik ke diri sendiri deh. Coba kalo kita yang mau berubah, trus orang lain malah ga percaya ama kita. Sedih banget kan? Ato kita bikin salah terus dan cap orang salah makin nempel ke kita. Oh tidaaakkkk..
Tak ada yang salah dengan salah. Kita  tau ini semua kesalahan yang kita lakukan dan  patut mendapat hukuman. Seharusnya memang  tak boleh mengeluh dengan segala yang tak membuat bahagia. Kalo emang niat mau berubah, harus yakin donk. Allah aja masih mau nerima segala kesalahan kita asal kita selalu mohon ampun dalam doa-doa kita. Bahkan Allah selalu meminta kepada kita untuk selalu berdoa kepadanya untuk memohon ampun dan sebagainya, asal jangan berdoa untuk keburukan aja. Jadi yakin aja deh, Allah mau memaafkan kesalahan yang kita perbuat. Ga usah pusing dengan orang yang tidak mau menerima perubahan kita, yang penting adalah lakukan hal-hal yang baik dan tetap berada di jalan yang benar. Berbuat baik tak perlu ijin orang lain kan?. Suatu hari, pasti perubahan postitif kita akan di lihat orang lain. Insya Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar