Pengikut

Minggu, 18 Maret 2012

CATATANKU TENTANG CATATANKU


Apa yang kau rasakan bila kita kehilangan? Apa yang kau rasakan bila kita ditinggalkan? Kecewakah? sakit hatikah? Iya…pasti…tentu itu jawaban rata-rata yang kita dapatkan. Dalam hidup ini kehilangan dan di tinggalkan adalah lumrah adanya tapi begitu berat diterima. Seakan ada beribu beban berat yang menghimpit tubuh dan membuat sulit untuk bernafas.  Jangankan bernafas, bergerakpun tak sanggup. Hanya kesabaran dan keikhlasan kepada Allah semata yang mampu membuat bertahan, yakin dan percaya Allah yang menentukan jalannya.
Aku tahu ini sulit, sangat sulit, begitu rumit ibarat benang kusut yang semakin coba ku urai semakin kusut. Kucoba bertahan sekuat hati seperti karang yang dihempaskan ombak. Tapi ada saja celah yang coba di cari dan membuat aku seperti tak berarti. Setiap langkah yang kulakukan tetap dianggap tak bermakna dan tidak maksimal. Aku hanya manusia biasa yang juga punya batas-batas kemampuan. Kalau saja bisa disadari aku sudah mencoba untuk bisa sedikit sempurna. Tapi apa dayaku? Seperti yang kukatakan aku manusia biasa dan akhirnya harus rela melepaskan semua.
Jujur aku marah dengan keadaan ini…marah dengan ketidakpastian, keegoisan dan rasa gengsi yang dimiliki oleh banyak pihak yang menjadi bumerang bagiku.
Aku sadari aku salah…begitu banyak kesalahan yang telah ku lakukan. Tapi aku ingin berubah, aku tidak ingin menambah  lagi kesalahan yang baru. Walau ada yang tidak percaya aku bisa berubah menjadi lebih baik, aku maklum karena memang sangat sulit meyakinkan orang lain atas niat ini…aku terima. Walau kadang ada hal-hal yang dikatakan dan itu tidak pernah kulakukan…aku terima semua itu. Orang tidak akan pernah mengerti dan memahami kita sejauh ini bila dia tidak pernah mau mencoba memahami. Satu yang kuyakini Allah Maha pengampun dan Maha pemaaf , Dia akan memaafkan kesalahan umatnya yang memang punya niat bulat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Begitu juga aku… aku akan memaafkan orang lain yang telah  menyakitiku. Walau banyak yang telah menyakiti hatiku baik secara umum atau personal. Aku tidak mau membalas dendan atas semua yang telah torehkan luka dalam kehidupanku. Percuma juga kita balas dendam karena semakin coba kita balas akan semakin besar rasa dendam itu bersemayam dalam sanubari dan pasti akan ada perasaan atau bisikan-bisikan yang coba pengaruhi untuk melakukan pembalasan lagi dan lagi. Dan itu tak kan ada habisnya karena manusia tak pernah puas. Mungkin lebih baik kita sabar dan ikhlas dan percaya Allah punya kuasa. Hanya Dia yang tahu kapan waktunya dan dengan cara apa yang akan dilakukan.
Pernah ada seseorang yang mengatakan padaku tentang perjalanan hidup manusia. Ibarat kita berada di depan jurang yang dalam. Tidak ada jalan lain dan kita harus melewati jurang itu bagaimanapun caranya. Ada dua pilihan. Kalau kita berbalik arah atau mundur kita akan menjadi pecundang dan dianggap tidak berani, dan kalau kita maju terus bisa jadi kita masuk jurang. Sepertinya pilihan kedua lebih tepat walau kita tahu akan masuk jurang dan itu lebih baik daripada tidak pernah mencoba sama sekali. Bukan berarti ingin mati konyol namun yang paling penting ada rasa optimis untuk bangkit dan merangkak ke atas walau luka di sekujur tubuh. Dan keyakinan Allah akan selalu menolong umatnya yang mau berusaha sepahit apapun itu.
Berat memang untuk melewati ini semua..tapi inilah proses yang semoga bisa membuat kita lebih bijak dalam menyikapi persoalan hidup.Mungkin dengan cara ini Tuhan memberikan pengampunan. Seseorang itu juga mengatakan padaku Tuhan akan memberikan rasa sakit itu kepada kita sebagai pertanda Allah mengampuni kesalahan kita. Semakin banyak sakit yang kita dera akan semakin banyak ampunan yang kita dapat.
Kuyakini itu benar adanya dan aku hanya bisa mengharapkan ridha illahi Rabbi atas semua ini..

Ada juga yang mengatakan biarlah semua mengalir seperti air dan biarkan waktu yang akan menjawab semua ini dan kapan jawabannya itu? Lagi lagi kita kembali kepada kesabaran dan keikhlasan. Yah…. dua kata itulah yang bisa menyejukan hati dan jiwa serta tetap berdoa kepada Allah semata. Tumbuhkan rasa cinta kepada Allah dan Rasulnya setiap saat setiap detik…pasti akan banyak kenikmatan yang didapat setelah semua terjadi dalam hidup kita.. InsyaAllah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar