Pengikut

Selasa, 13 Maret 2012

Cerita Cinta



“ Kenapa sih kak, kisah kita selalu sama?” maksudnya? Ada aja yg buat sama..mulai dari Karakter cowok yang sama, hingga putuspun kita barengan”.
Glek…aku menelan ludah mendengar pertanyaan dari teman yang sudah kuanggap seperti adik perempuanku sendiri. Benarkah kisah hidup kami sama? Apa memang ada kisah yang sama dan terjadi secara kebetulan?
Mungkin benar kisahnya sama. Tapi detil dan prosesnya pasti berbeda.
“Kenapa kak, susah sekali melupakan dia? Sementara dia saat ini sedang bersenang-senang dengan pilihan hatinya”.
Kau tak sendiri sister, kepedihan yang kau rasakan pernah kualami dulu. Aku tau kau akan kuat hadapi ini karena dari dulu kau sudah siap dengan segala resiko yg terjadi. Jangan bersedih sister. Aku slalu ada walo sekarang kesibukan yang buat kita tak bisa setiap saat bertemu. Aku akan tetap jadi tempat curhatmu yang paling baek…
Itu adalah sepenggal kata yang pernah kutulis distatusku di fb, ketika mendengar kabar yang disampaikannya. Sungguh aku meyesal tak ada disampingnya ketika kesedihan melanda hatinya. Tapi aku yakin dia cukup kuat menghadapi semua ini. Bukan Cuma dia sahabatku yang sudah kuanggap seperti saudara. Tapi kuharap teman-teman, sahabat-sahabat yang perempuan yang mengenalku, teman-teman yang jauh, semua bisa tetap kuat menghadapi masalah cintanya. Kuyakin ini adalah proses yang sangat berharga bila diambil hikmahnya.
Baru aku tau kisah sedih itu juga hampirimu..baru aku sadar kisahku juga melintas dl dekapanmu dan akhirnya terburai…baru kusesali aku tak ada saat kau sepi dalam hening…tenangkan dirimu sis…kita akan segera nikmati hari ceria tanpa kesedihan..

Kalimat itu kutulis ketika sahabatku yang lain mencurahkan isi hatinya. Lagi-lagi aku tak disampingnya, bersamanya mengurai kisah indahnya yang berujung perpisahan. Dan seperti yang kuutarakan diatas, aku juga yakin dia pasti bisa menghadapinya.

Cinta akan kehilangan maknanya jika belum mengalami rasa sakit dan berhasil mengatasinya. Betapa kalimat itu menjadi cambuk dan memacu semangat yang sering padam karena cinta. Kalau memang tak mau merasakan sakit, jangan jatuh cinta. Jangan bayangkan cinta itu keindahan semata. Jangan maunya resapi wangi bunga mawar tapi durinya tak dihiraukan. Jangan juga berkhayal kisah cinta itu seperti Cinderella atau putri salju yang menemukan pangeran impian dan hidup bahagia selamanya. Ada juga kisah cinta yang tragis seperti Romeo dan Juliet atau Khais dan Laila. Bila saat ini cintamu pupus tak terabaikan. Yakinlah suatu hari akan hadir cinta baru yang lebih baik. Percayalah kepada yang Maha Pencipta, yang Maha menciptakan cinta. Segalanya tak akan terwujud bila tiada campur tangan dari-Nya. Nikmati rasa sakit ini sebagai pengalaman yang paling berharga. Dan suatu saat akan kau kenang hingga ingin kau ceritakan kepada anak cucumu kelak.
Betapa cinta itu keindahan, kesedihan dan lara hati. Bila ada yang punya cinta yang kandas, pasti ingin menguburnya sebagai masa lalu.

Setiap orang pasti punya masa lalu. Masa lalu takkan pernah kujadikan sesalan karena dari situlah introspeksi dimulai. Walau penyesalan hampiri belakangan. Betapa Allah sayang kita dan sangat sayang kita dengan hadirkan masalalu yang semoga dijadikan pelajaran dan berharap tidak akan terulang lagi. Masa lalu, baik atau buruk, pahit atau manis, janganlah jadi penyesalan. Terserah orang dan sekeliling nilai apa dengan masa laluku dan masa lalumu. Jangan pernah malu dengan masa lalu. Ambil hikmahnya dan terus melangkah karena jalan ini masih panjang.
Sekarang nikmati hidup ini dengan tetap tersenyum. Lihatlah, betapa manisnya senyum itu apalagi bila kau bagi dengan orang lain. Mungkin saja ketika melihat senyummu, orang yang sedang sedih dan punya banyak masalah akan sedikit terhibur. Dengan tersenyum kau akan terlihat lebih berseri dan segar. Bayangkan kalau kau terus-terusan cemberut dan marah-marah. Otot-otot wajahmu akan menegang sampai 70, sementara untuk tersenyum hanya memerlukan 8 otot saja. So, tersenyumlah. Akan hadir cinta yang yang lain yang pasti akan dipilihkan untuk kita.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar