“ Kenapa sih kak, kisah kita selalu sama?”
maksudnya? Ada aja yg buat sama..mulai dari Karakter cowok yang sama, hingga
putuspun kita barengan”.
Glek…aku menelan
ludah mendengar pertanyaan dari teman yang sudah kuanggap seperti adik
perempuanku sendiri. Benarkah kisah hidup kami sama? Apa memang ada kisah yang
sama dan terjadi secara kebetulan?
Mungkin benar
kisahnya sama. Tapi detil dan prosesnya pasti berbeda.
“Kenapa kak, susah sekali melupakan dia? Sementara
dia saat ini sedang bersenang-senang dengan pilihan hatinya”.
Kau
tak sendiri sister, kepedihan yang kau rasakan pernah kualami dulu. Aku tau kau
akan kuat hadapi ini karena dari dulu kau sudah siap dengan segala resiko yg
terjadi. Jangan bersedih sister. Aku slalu ada walo sekarang kesibukan yang
buat kita tak bisa setiap saat bertemu. Aku akan tetap jadi tempat curhatmu yang
paling baek…
Itu adalah
sepenggal kata yang pernah kutulis distatusku di fb, ketika mendengar kabar
yang disampaikannya. Sungguh aku meyesal tak ada disampingnya ketika kesedihan
melanda hatinya. Tapi aku yakin dia cukup kuat menghadapi semua ini. Bukan Cuma
dia sahabatku yang sudah kuanggap seperti saudara. Tapi kuharap teman-teman,
sahabat-sahabat yang perempuan yang mengenalku, teman-teman yang jauh, semua
bisa tetap kuat menghadapi masalah cintanya. Kuyakin ini adalah proses yang
sangat berharga bila diambil hikmahnya.
Baru
aku tau kisah sedih itu juga hampirimu..baru aku sadar kisahku juga melintas dl
dekapanmu dan akhirnya terburai…baru kusesali aku tak ada saat kau sepi dalam
hening…tenangkan dirimu sis…kita akan segera nikmati hari ceria tanpa kesedihan..
Kalimat itu
kutulis ketika sahabatku yang lain mencurahkan isi hatinya. Lagi-lagi aku tak
disampingnya, bersamanya mengurai kisah indahnya yang berujung perpisahan. Dan
seperti yang kuutarakan diatas, aku juga yakin dia pasti bisa menghadapinya.
Cinta akan
kehilangan maknanya jika belum mengalami rasa sakit dan berhasil mengatasinya.
Betapa kalimat itu menjadi cambuk dan memacu semangat yang sering padam karena
cinta. Kalau memang tak mau merasakan sakit, jangan jatuh cinta. Jangan
bayangkan cinta itu keindahan semata. Jangan maunya resapi wangi bunga mawar
tapi durinya tak dihiraukan. Jangan juga berkhayal kisah cinta itu seperti
Cinderella atau putri salju yang menemukan pangeran impian dan hidup bahagia
selamanya. Ada juga kisah cinta yang tragis seperti Romeo dan Juliet atau Khais
dan Laila. Bila saat ini cintamu pupus tak terabaikan. Yakinlah suatu hari akan
hadir cinta baru yang lebih baik. Percayalah kepada yang Maha Pencipta, yang
Maha menciptakan cinta. Segalanya tak akan terwujud bila tiada campur tangan
dari-Nya. Nikmati rasa sakit ini sebagai pengalaman yang paling berharga. Dan
suatu saat akan kau kenang hingga ingin kau ceritakan kepada anak cucumu kelak.
Betapa cinta itu
keindahan, kesedihan dan lara hati. Bila ada yang punya cinta yang kandas,
pasti ingin menguburnya sebagai masa lalu.
Setiap orang
pasti punya masa lalu. Masa lalu takkan pernah kujadikan sesalan karena dari
situlah introspeksi dimulai. Walau penyesalan hampiri belakangan. Betapa Allah
sayang kita dan sangat sayang kita dengan hadirkan masalalu yang semoga
dijadikan pelajaran dan berharap tidak akan terulang lagi. Masa lalu, baik atau
buruk, pahit atau manis, janganlah jadi penyesalan. Terserah orang dan
sekeliling nilai apa dengan masa laluku dan masa lalumu. Jangan pernah malu
dengan masa lalu. Ambil hikmahnya dan terus melangkah karena jalan ini masih
panjang.
Sekarang nikmati
hidup ini dengan tetap tersenyum. Lihatlah, betapa manisnya senyum itu apalagi
bila kau bagi dengan orang lain. Mungkin saja ketika melihat senyummu, orang
yang sedang sedih dan punya banyak masalah akan sedikit terhibur. Dengan
tersenyum kau akan terlihat lebih berseri dan segar. Bayangkan kalau kau terus-terusan
cemberut dan marah-marah. Otot-otot wajahmu akan menegang sampai 70, sementara
untuk tersenyum hanya memerlukan 8 otot saja. So, tersenyumlah. Akan hadir
cinta yang yang lain yang pasti akan dipilihkan untuk kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar