Pengikut

Senin, 12 Maret 2012

TEMAN ATAU SAHABAT?


Pernahkah kamu menghitung berapa banyak teman yang kau punya? Seratus, seribu atau sejuta? Dan pernah jugakah kamu menghitung berapa orang yang benar-benar jadi sahabatmu? Satu …dua…atau lebih dari tiga…mengapa bisa begitu ya…apa ada perbedaan antara sahabat dan teman?
Teman kita  mungkin banyak, namun berapa banyak di antara mereka yang benar-benar setia? Hal itu yang patut dipertanyakan. Ada banyak teman dan kenalan yang kita miliki, namun sayangnya tidak semuanya memiliki keloyalan yang tinggi. Tentu saja untuk menjadi sahabat yang benar-benar setia dalam suka dan duka bersama kita tidaklah begitu mudah. Sahabat ada saat kita merayakan kesuksesan kita, demikian juga dengan teman-teman atau kenalan kita. Sahabat juga ada saat kita mengalami musibah, namun teman-teman belum tentu ada.
Setiap hari kita bertemu dengan orang baru…kenalan dan akhirnya menjadi teman. Dan teman itu terbatas dan bisa dikotak-kotakkan, maksudnya ada teman hanya disekolah, tempat kuliah, ditempat kerja…teman bermain, tuk gaul dsb. Dengan teman kita hanya bercerita hal yang penting, misalnya dengan teman kerja pastilah kita lebih banyak sharing tentang kerja, dengan teman kuliah bisa diskusi tentang mata kuliah. Begitu juga dengan teman gaul ato teman bermain, serunya cerita tentang trend saat ini ato game online terbaru. Sementara dengan sahabat, kita bisa bebas cerita dan curhat tanpa merasa takut cerita kita akan bocor ke orang lain. Bahkan kalo kita punya gank pastilah ga ke semua anggota gank kita ceritain hal pribadi, paling juga cuman satu ato dua aja.
Jadi apa yang membedakannya? Ini adalah tentang tingkat kepercayaan. Kepercayaan kita kepada sahabat lebih tinggi levelnya daripada kepada teman. Bahkan kita lebih percaya kepada sahabat daripada orangtua maupun saudara kandung kita. Mungkin karena dengan sahabat, kita lebih nyaman bercerita tanpa rasa malu, lebih nyambung dan alasan lainnya yang memang intinya lebih asik aja curhat pada sahabat. Walaupun ada juga yang menjadikan orang tua atau saudara kandung sebagai sahabat sejati…yah tergantung orangnya juga.
Sebenarnya seorang teman bisa menjadi sahabat bila sudah ada kepercayaan dan keloyalan . Seperti layaknya naek kelas. Pertama tentu kita kenalan dulu, bisa secara tak sengaja disuatu tempat, dikenalin ma teman ato sodara. Setelah itu menjadi teman, kalo memang merasa cocok dan nyambung…bisa diangkat menjadi sahabat.
Lalu gimana dengan pertemanan didunia maya..apakah akan sama adanya?...hmm satu yang harus kita percaya bahwa pertemanan didunia maya begitu abstrak, tidak nyata.
Memang banyak kejadian negatif bila kita mempunyai teman didunia maya, misalnya lewat jejaring sosial. Penipuan dan bahkan sampai terjadi penculikan segala…ihhhh takut. Tapi sebenarnya kalau kita pintar memilih teman dan tidak terpedaya, hal negatif itu pasti bisa kita hindari.
Pastilah teman-teman punya pengalaman dengan pertemanan di jejaring sosial seperti facebook karena emang ni salah satu jejaring sosial yang populer disemua kalangan. Kita punya ribuan teman dari seluruh penjuru dunia, tapi tentu tak semua yang betul-betul care ama kita. Mungkin banyak yang add atau  kita yg menambahkan teman.  Tentu tak semua kita kenal, kita tau atau ketemu. Ada yang kita samasekali tak kenal, beda kota beda kebiasaan bahkan tak pernah sekalipun bertemu, bisa sangat-sangat akrab layaknya sahabat. bahkan dari status teman-teman itu, kita bisa tau sifat dan pribadinya walo cuma sedikit, apakah dia seorang periang, kalem ato lagi sensi he he he..
Dengan komentar yang lucu, saling mengejek dengan tidak bermaksud menghina, semuanya menjadi lebih asik. Ini memang menjadi menarik untuk dibicarakan karena kadang terus terang komentar yang hadir bisa jadi jail, lucu, gila dan juga saling nyela, padahal tidak pernah bertemu samasekali. Sementara yang memang sudah kenal atau temanan, komentar-komentar kadang lebih gila lagi.
Bukan cuman komentar yang lucu ato jahil. Kadang ada juga komentar tuk menenangkan, sharing, beri masukan ato apalah yg sifatnya perhatian. Bahkan ada seorang teman mengaku dia sangat senang punya teman di fb, karena bisa berbagi ilmu, dapat pelajaran yg positif walo waktunya sangat terbatas dan harus curi-curi waktu karena dia seorang ibu rumah tangga.
Sebenarnya pasti banyak cerita seru tentang pertemanan di fb.. walau hanya didunia maya dan teman itu berada nun jauh dari kita, bahkan ada dibelahan negeri seberang, tapi bukan tidak mungkin bila memang pertemanan dan persahabatan itu tulus bisa saling bertemu satu hari nanti.
Kembali lagi seperti yang disampaikan diawal. Pertemanan ataupun persahabatan dimanapun, dalam bentuk apapun, asal tidak saling menyakiti, bisa menerima apa adanya dan yang paling penting jujur serta saling percaya, tentu akan menghasilkan sebuah hubungan yang sejati yang sangat berharga. Akan lebih indah bila dunia ini dipenuhi dengan orang-orang yang berteman, bersahabat dengan tulus.
Sahabat dan teman yang baik adalah anugrah Tuhan yang sangat berharga. Mereka berjalan berdampingan dengan kita. mereka tidak menghakimi atau menyalahkan. Mereka saling menasehati dan mengingatkan ketika salah seorang melakukan kesalahan. Alangkah beruntungnya kita bila pertemanan dan persahabatan menjadi ikatan persaudaraan dengan nuansa yang lain yang terkadang terasa lebih erat.

                        ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Tidak ada komentar:

Posting Komentar