Pernahkah
kamu menghitung berapa banyak teman yang kau punya? Seratus, seribu atau
sejuta? Dan pernah jugakah kamu menghitung berapa orang yang benar-benar jadi
sahabatmu? Satu …dua…atau lebih dari tiga…mengapa bisa begitu ya…apa ada
perbedaan antara sahabat dan teman?
Teman kita mungkin banyak, namun berapa banyak di antara
mereka yang benar-benar setia? Hal itu yang patut dipertanyakan. Ada banyak teman dan
kenalan yang kita miliki, namun sayangnya tidak semuanya memiliki keloyalan
yang tinggi. Tentu saja untuk menjadi sahabat yang benar-benar setia dalam suka
dan duka bersama kita tidaklah begitu mudah. Sahabat ada saat kita merayakan
kesuksesan kita, demikian juga dengan teman-teman atau kenalan kita. Sahabat juga
ada saat kita mengalami musibah, namun teman-teman belum tentu ada.
Setiap
hari kita bertemu dengan orang baru…kenalan dan akhirnya menjadi teman. Dan
teman itu terbatas dan bisa dikotak-kotakkan, maksudnya ada teman hanya
disekolah, tempat kuliah, ditempat kerja…teman bermain, tuk gaul dsb. Dengan
teman kita hanya bercerita hal yang penting, misalnya dengan teman kerja
pastilah kita lebih banyak sharing tentang kerja, dengan teman kuliah bisa
diskusi tentang mata kuliah. Begitu juga dengan teman gaul ato teman bermain,
serunya cerita tentang trend saat ini ato game online terbaru. Sementara dengan
sahabat, kita bisa bebas cerita dan curhat tanpa merasa takut cerita kita akan
bocor ke orang lain. Bahkan kalo kita punya gank pastilah ga ke semua anggota gank
kita ceritain hal pribadi, paling juga cuman satu ato dua aja.
Jadi apa yang
membedakannya? Ini adalah tentang tingkat kepercayaan. Kepercayaan kita kepada
sahabat lebih tinggi levelnya daripada kepada teman. Bahkan kita lebih percaya
kepada sahabat daripada orangtua maupun saudara kandung kita. Mungkin karena
dengan sahabat, kita lebih nyaman bercerita tanpa rasa malu, lebih nyambung dan
alasan lainnya yang memang intinya lebih asik aja curhat pada sahabat. Walaupun
ada juga yang menjadikan orang tua atau saudara kandung sebagai sahabat
sejati…yah tergantung orangnya juga.
Sebenarnya
seorang teman bisa menjadi sahabat bila sudah ada kepercayaan dan keloyalan . Seperti
layaknya naek kelas. Pertama tentu kita kenalan dulu, bisa secara tak sengaja
disuatu tempat, dikenalin ma teman ato sodara. Setelah itu menjadi teman, kalo
memang merasa cocok dan nyambung…bisa diangkat menjadi sahabat.
Lalu
gimana dengan pertemanan didunia maya..apakah akan sama adanya?...hmm satu yang
harus kita percaya bahwa pertemanan didunia maya begitu abstrak, tidak nyata.
Memang banyak
kejadian negatif bila kita mempunyai teman didunia maya, misalnya lewat
jejaring sosial. Penipuan dan bahkan sampai terjadi penculikan segala…ihhhh
takut. Tapi sebenarnya kalau kita pintar memilih teman dan tidak terpedaya, hal
negatif itu pasti bisa kita hindari.
Pastilah
teman-teman punya pengalaman dengan pertemanan di jejaring sosial seperti
facebook karena emang ni salah satu jejaring sosial yang populer disemua
kalangan. Kita punya ribuan teman dari seluruh penjuru dunia, tapi tentu tak
semua yang betul-betul care ama kita. Mungkin banyak yang add atau kita yg menambahkan teman. Tentu tak semua kita kenal, kita tau atau
ketemu. Ada yang kita samasekali tak kenal, beda
kota beda
kebiasaan bahkan tak pernah sekalipun bertemu, bisa sangat-sangat akrab
layaknya sahabat. bahkan dari status teman-teman itu, kita bisa tau sifat dan
pribadinya walo cuma sedikit, apakah dia seorang periang, kalem ato lagi sensi
he he he..
Dengan komentar
yang lucu, saling mengejek dengan tidak bermaksud menghina, semuanya menjadi
lebih asik. Ini memang menjadi menarik untuk dibicarakan karena kadang terus
terang komentar yang hadir bisa jadi jail, lucu, gila dan juga saling nyela,
padahal tidak pernah bertemu samasekali. Sementara yang memang sudah kenal atau
temanan, komentar-komentar kadang lebih gila lagi.
Bukan cuman
komentar yang lucu ato jahil. Kadang ada juga komentar tuk menenangkan,
sharing, beri masukan ato apalah yg sifatnya perhatian. Bahkan ada seorang teman
mengaku dia sangat senang punya teman di fb, karena bisa berbagi ilmu, dapat
pelajaran yg positif walo waktunya sangat terbatas dan harus curi-curi waktu
karena dia seorang ibu rumah tangga.
Sebenarnya pasti
banyak cerita seru tentang pertemanan di fb.. walau hanya didunia maya dan
teman itu berada nun jauh dari kita, bahkan ada dibelahan negeri seberang, tapi
bukan tidak mungkin bila memang pertemanan dan persahabatan itu tulus bisa
saling bertemu satu hari nanti.
Kembali lagi
seperti yang disampaikan diawal. Pertemanan ataupun persahabatan dimanapun, dalam
bentuk apapun, asal tidak saling menyakiti, bisa menerima apa adanya dan yang
paling penting jujur serta saling percaya, tentu akan menghasilkan sebuah
hubungan yang sejati yang sangat berharga. Akan lebih indah bila dunia ini
dipenuhi dengan orang-orang yang berteman, bersahabat dengan tulus.
Sahabat dan
teman yang baik adalah anugrah Tuhan yang sangat berharga. Mereka berjalan
berdampingan dengan kita. mereka tidak menghakimi atau menyalahkan. Mereka
saling menasehati dan mengingatkan ketika salah seorang melakukan kesalahan.
Alangkah beruntungnya kita bila pertemanan dan persahabatan menjadi ikatan
persaudaraan dengan nuansa yang lain yang terkadang terasa lebih erat.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar